Home » Wisata Asia » 15 Museum Di Jogja Yang Paling Bagus Dan Terkenal

15 Museum Di Jogja Yang Paling Bagus Dan Terkenal

Museum di Jogja – Ingin menjelajahi aneka wisata museum di Jogja? Ini dia daftar museum di Jogja yang terkenal dan wajib dikunjungi. Yogyakarta memang dikenal dengan wisata budaya dan sejarahnya. Selain candi, Anda juga bisa mengunjungi museum.

Seperti tidak ada habisnya Yogyakarta memanjakan para wisatawan. Mulai dari pantai, gunung, candi, dan museum tersedia di kota yang kaya akan budayanya ini. Berikut adalah daftar 15 museum di Yogyakarta yang asyik dikunjungi dan juga terkenal.

Daftar Museum Di Jogja Yang Paling Bagus Dan Terkenal

1. Monumen Jogja Kembali (Monjali)

Monumen Jogja Kembali

Monumen Jogja Kembali (Foto : ubay-bjn.blogspot.com)

Monumen Jogja Kembali terletak di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Monumen dan museum di Jogja yang berbentuk gunung ini merupakan museum sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Monjali terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Di pintu masuk, terdapat 422 nama pahlawan yang gugur saat membela negara.

Di museum Jogja ini juga tersusun rapi replika, foto, dokumen, berbagai jenis senjata, hingga bentuk replika dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Tidak ketinggalan, tandu dan dokar yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman.

Di sana terdapat taman pelangi yang terkenal sebagai salah satu objek wisata malam di Jogja yang menarik. Asyiknya, saat perayaan Imlek, taman di Monjali akan disulap menjadi taman lampion yang indah.

2. Museum Benteng Vredeburg

Museum-Benteng-Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg (Foto : mixedupalready.com)

Letaknya di kawasan jantung kota Jogja, tepatnya kawasan Titik Nol Km. Museum yang mulanya merupakan benteng pada masa penjajahan ini dibangun dengan gaya arsitektur Belanda yang kental.

Bangunan ini kemudian menjadi tempat mengabadikan sejarah Indonesia dalam bentuk diorama yang berisi tentang cerita perjuangan para pahlawan ketika melawan penjajah.

Selain itu, terdapat pula beberapa koleksi seperti foto, seragam dan berbagai peninggalan para pahlawan maupun penjajah yang berjajar rapi di ruangan-ruangan yang ada di dalamnya. Museum di Jogja yang satu ini termasuk tempat wisata di Jogja dekat dengan Malioboro.

3. Museum Anak Kolong Tangga

Museum Mainan Anak Kolong Tangga

Museum Mainan Anak Kolong Tangga (Foto : liburanjogja.co.id)

Kangen dengan mainan jaman dulu? Ingin tahu apa saja jenis mainan tradisional di Indonesia? Atau, penasaran dengan sejarah mainan yang ada? Cobalah berkunjung ke salah satu museum di Jogja yang bernama museum Museum Mainan Anak Kolong Tangga.

Karena letaknya yang persis berada di kolong tangga, maka dinamakan Museum Anak Kolong Tangga. Dan sesuai dengan namanya, museum ini tentu ditujukan untuk tempat wisata anak di Yogyakarta.

Museum yang berada di area Taman Budaya Yogyakarta ini menyimpan berbagai koleksi mainan anak yang ada di seluruh Indonesia. Berbagai mainan yang sebagian besar adalah mainan tradisional merupakan mainan buatan tangan yang menyimpan banyak cerita dan kebudayaan lokal di dalamnya, seperti cerita legenda, dongeng ataupun mitos.

4. Museum Affandi

Museum-Affandi

Museum Affandi (Foto : universes-in-universe.org)

Museum Affandi merupakan rumah koleksi sang maestro seni lukis, Affandi. Lokasinya terletak di Jalan Laksda Adisucipto 167, Yogyakarta. Di museum ini terpajang rapi lukisan hasil karya di sepanjang hidupnya. Museum di Yogyakarta yang sangat sejuk ini tadinya merupakan tempat Affandi tinggal dan di sini juga tempat ia disemayamkan.

5. De Mata Trick Eye 3D Museum

De Mata Trick Eye 3D Museum

De Mata Trick Eye 3D Museum (Foto : 1hal.com)

Ingin mengunjungi museum di Jogja yang asyik dan seru? Coba deh datang ke De Mata Trick Eye 3D Museum yang terletak di Basement Gedung Umar Kayam, di XT Square Jl. Veteran, Umbulharjo, Yogyakarta.

Museum ini bukanlah museum biasa. Sesuai dengan namanya, museum ini adalah museum tiga dimensi. Jadi, di dalam museum ini, para pengunjung bisa melihat-lihat ratusan gambar dan lukisan tipuan mata, yang sebagian besar tampak seakan-akan hendak keluar dari bingkai mereka.

Koleksi museum ini terbagi menjadi beberapa kategori, seperti binatang, super hero, sirkus, tokoh, olahraga, dan masih banyak lagi. Jadi, siapapun dapat berfoto dengan latar belakang gambar atau lukisan tipuan mata yang sesuai dengan minat mereka. Harga tiket masuk ke museum yang unik ini tidak mahal.

Saat ini, untuk masuk ke museum ini, kita hanya perlu membayar sebesar Rp. 25.000,- per orang. Tapi memang, kabarnya, harga tiket masuk ini masih harga sementara. Nantinya, mungkin akan ada perubahan harga.

Museum yang unik ini adalah obyek wisata di Jogja yang masih relatif baru, karena baru diresmikan pada akhir tahun 2013 lalu. Museum 3-dimensi ini adalah museum 3-dimensi yang pertama di DIY dan Jawa Tengah. Dan hebatnya, kabarnya museum ini adalah museum 3-dimensi terbesar di dunia, karena memiliki paling banyak koleksi.

Museum-museum serupa di negara-negara lain seperti Singapura, China, Jepang, Hongkong, dan Korea, rata-rata hanya memamerkan sekitar 70 buah gambar dan lukisan tipuan mata.

Sedangkan De Mata Trick Eye Museum saat ini memamerkan 120 buah gambar dan lukisan 3-dimensi, dengan berbagai ukuran yang berbeda. Bahkan, ada yang ukurannya sangat besar, dengan panjang mencapai 5 meter.

Baca Juga :

6. Museum Batik Yogyakarta

Museum-Batik-Yogyakarta

Museum Batik Yogyakarta (Foto : yogya-backpacker.com)

Museum Batik Yogyakarta merupakan museum batik pertama di Yogyakarta. Rumah koleksi batik ini terletak di Jalan Dr Sutomo, Kota Yogyakarta. Saat ini, Museum Batik Yogyakarta menyimpan lebih dari 1.200 koleksi perbatikan.

Koleksi tersebut terdiri dari 500 lembar kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting (alat pembatik), dan 35 wajan serta bahan pewarna, termasuk malam.

7. Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu (Foto : discoveryourindonesia.com)

Ullen Sentalu merupakan museum di Jogja yang menampilkan budaya dan kehidupan putri/wanita Keraton Yogyakarta. Semasa hidupnya, putri-putri keraton tersebut merupakan pembatik keraton. Saat ini, koleksi batik mereka disimpan rapi di Museum Ullen Sentalu.

Museum ini terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Yogyakarta. Di sini, Anda bisa mengetahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya.

8. Museum Sonobudoyo

Museum-Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo (Foto : sonobudoyo.com)

Jika Anda ingin mengetahui sejarah dan koleksi keris di Yogyakarta, datanglah ke Museum Sonobudoyo. Di sini tersimpan sedikitnya 1.200 koleksi keris. Museum ini berada di Jalan Trikora 6, teoatnya di Alun-alun Utara Yogyakarta. Untuk bisa berkeliling museum, Anda hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp 3.000. Murah meriah bukan?

9. Museum Wayang Kekayon

Museum Wayang Kekayon

Museum Wayang Kekayon (Foto : kartudiskonjogja.com)

Museum Wayang Kekayon berdiri di Jalan Raya Jogja-Wonosari Km 7 No 277, Bantul, Yogyakarta. Museum di Jogja ini merupakan tempat disimpannya wayang-wayang yang ada di Yogyakarta.

Sama halnya dengan museum Wayang di Jakarta, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti wayang Purwa, wayang madya (menceritakan era pasca Perang Baratayuda), wayang klithik (mengisahkan Damarwulan dan Minakjinggo), wayang gedhog (cerita Dewi Candrakirana), dan lain lain.

10. Museum Biologi

Museum-Biologi

Museum Biologi (Foto : gangstamonsta.blogspot.com)

Museum Biologi Yogyakarta sangat cocok untuk media pembelajaran, pendidikan serta menambah pengetahuan tentang flora dan fauna yang ada. Koleksinya berupa beragam flora dan fauna yang diawetkan. Sebagian besar merupakan flora dan fauna Indonesia. Tapi ada juga yang merupakan hasil sumbangan peneliti dari berbagai negara.

Baca Juga : 15 Candi Di Jogja Yang Paling Cantik Dan Keren

11. Museum RS Mata Dr YAP

Museum-RS-Mata-Dr-YAP

Museum RS Mata Dr YAP (Foto : gudeg.net)

Mungkin tidak banyak yang menyangka ada sebuah museum di dalam Rumah Sakit Mata Dr. YAP yang merupakan Rumah Sakit Mata ternama di Jogja. Museum ini menyimpan banyak koleksi peralatan kedokteran peninggalan dr. Yap Hong Tjoen dan dr. Yap Kie Tiong, yang merupakan pendiri Rumah Sakit Mata dr. YAP.

Selain peralatan kedokteran mata yang menjadi koleksi museum ini, juga terdapat sejarah dari kisah hidup dr. Yap tersimpan rapi di dalamnya.

12. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Foto : jalanjogja.com)

Tidak hanya budaya dan seni yang ada di museum Jogja, tapi ada juga Museum Pusat TNI AU yang lebih dikenal dengan nama Dirgantara Mandala. Museum ini bermarkas di kompleks pangkalan udara Adi Sutjipto, Yogyakarta.

Museum di Jogja ini menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah serta diorama peristiwa sejarah. Sejumlah pesawat tempur pada Perang Dunia ke II tersimpan di sini, seperti Pesawat PBY-5A (Catalina), Replika pesawat WEL-I RI-X, Pesawat A6M5 Zero Zen buatan Jepang, Pesawat pembom B 25 Mitchell, B 26 Invader, dan Helikopter 360 buatan AS.

13. Museum Gunung Merapi

Museum-Gunung-Merapi

Museum Gunung Merapi (Foto : jogjakartour.com)

Bagi Anda yang ingin mengetahui semua info tentang Gunung Merapi, wajib datang ke museum di Jogja yang satu ini. Museum Gunung Merapi namanya. Berdiri artistik dengan latar agungnya Gunung Merapi, museum 2 lantai yang diresmikan tahun 2010 silam ini menjadi salah satu tempat wisata menarik di daerah Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta.

Bentuk bangunannya unik, berbentuk trapesium dengan salah satu sisi puncaknya mengerucut membentuk segitiga. Ketika hari cerah dan Gunung Merapi tak tertutup awan, maka keduanya tampak begitu gagah.

Memasuki museum, sebuah replika sebaran awan panas dari tiga buah letusan Gunung Merapi, yakni pada tahun 1969, 1994 dan 2006 akan menyambut para pengunjung. Alat inilah yang membuat seluruh ruangan bergemuruh.

Menjelajahi ruangan lain kita akan menemukan display tipe letusan gunung api, batuan dari Gunung Merapi sejak tahun 1930, koleksi benda-benda sisa letusan tahun 2006 hingga koleksi foto-foto Gunung Merapi dari zaman ke zaman yang dipajang sedemikian rupa sehingga mudah diamati.

Puas mengamati setiap koleksi di lantai satu, saatnya menilik apa yang ada di lantai dua museum. Setidaknya ada sembilan tipe benda koleksi dan alat peraga yang tersimpan di sana, mulai dari display letusan dan erupsi Merapi, lorong peraga simulasi LCD, peraga simulasi tsunami hingga peraga simulasi gempa.

Ketika semua sisi museum telah dijelajahi, masuk ke dalam teater mini museum ini adalah pilihan yang tepat. Sembari beristirahat, pengunjung akan disuguhi sebuah film pendek berdurasi 24 menit berjudul Mahaguru Merapi.

Film ini menunjukkan dua sisi Merapi yang begitu berbeda. Lokasi museum ini di Jl. Kaliurang Km.22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Tiket masuk sebesar Rp 3.000, tiket film Rp 5.000 dan Rp 8.000 (masuk + film). Buka Selasa – Minggu Pk 08:00 – 15:30 WIB.

14. Museum Sandi

Museum-Sandi

Museum Sandi (Foto : tribunnews.com)

Yogyakarta memiliki museum sandi dan ini satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia. Museum Sandi sudah ada sejak 29 Juli 2008 namun masih menjadi salah satu bagian dari Museum Perjuangan di Jalan Kolonel Sugiyono. Sekarang, Museum Sandi berpindah tempat di Jalan Faridan M. Noto No. 21 Kotabaru Yogyakarta dengan koleksi ratusan sandi.

Pendirian museum sandi ini memiliki beberapa tujuan yaitu, untuk menampilkan koleksi seluk-beluk tentang sandi agar menambah pengetahuan dan wawasan pengunjung tentang dunia persandian di indonesia bahkan dunia dan sebagai media pembelajaran para generasi muda tentang peranan sandi dalam mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia.

Museum sandi ini terdiri dari 3 alur yaitu, sejarah kegiatan persandian Indonesia dan dunia, sejarah perkembangan ilmu persandian mulai dari kriptografi klasik dan kriptografi modern serta evolusi peralatan sandi buatan Indonesia dan buatan luar negeri yang pernah digunakan dalam kegiatan persandian.

Koleksi di museum sandi ini tergolong lengkap. Mulai dari mesin dan peralatan sandi (asli atau replika), sepeda onthel yang digunakan kurir untuk mengantar surat yg berisi kode-kode, meja dan kursi asli sebagai sarana kerja persandian di Padukuhan dukuh Kulonprogo, Diorama suasana di Pedukuhan Dukuh, Peta napak tilas sandi,lukisan kegiatan sandi, replika rumah sandi, dokumen berupa buku kode, manekin dan lain-lain.

Museum di Jogja yang satu ini buka hari senin sampai kamis pukul 08.30 -15.00 dan hari Jumat pukul 08.30 – 11.30 . Hari sabtu, Minggu, dan hari besar nasional tutup. Jika Anda ingin mengenal sejarah persandian di Indonesia bahkan Dunia jangan ragu untuk berkunjung di Museum Sandi pada jam buka.

15. Museum Bahari Yogyakarta

Museum Bahari Yogyakarta

Museum Bahari Yogyakarta (Foto : kotajogja.com)

Museum yang didirikan pada 25 April 2009 oleh Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo yang memiliki sejumlah koleksi barang yang berhubungan dengan dunia kelautan. Sedangkan pengelolaan museum ini ditangani oleh Paguyuban Tri Sekar Lestari dan Lanal TNI AL Yogyakarta. Museum ini terletak Jl. RE Martadinata (Wirobrajan) No.69, Yogyakarta.

Dari depan museum ini memang didesain menyerupai anjungan atau ruang komando kapal tempat roda kemudi kapal berada. Selain ruang koleksi, ruangan yang ada di museum ini adalah ruang audiovisual. Di sini para pengunjung dapat menyaksikan pemutaran film dokumenter tentang dunia kemaritiman Indonesia mulai zaman Soekarno hingga saat ini.

Tiket masuk Rp. 1000 pengunjung dapat menjelajahi dunia kemaritiman Indonesia di museum ini. Museum ini dibuka setiap hari Selasa – Minggu jam 08.30 – 15.30 WIB. Sedangkan untuk hari libur nasional, museum ini bisa buka atau tutup, tergantung kondisi.

Asyik dan seru bukan mengunjungi aneka museum di Jogja? Ya, kota gudeg ini memang selalu menawarkan sesuatu yang berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia. Yang jelas, Jogja selalu ngangenin kata banyak orang. Sekian info wisata aneka museum bagus di Jogja yang menarik untuk dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>